BanjarbaruSelasa (28 Oktober 2014) Walikota Banjarbaru H M Ruzaidin Noor menjadi Inspektur upacara pada Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke 86, Wapatnya Pangeran Antasari ke 152 dan peringatan Haornas ke 31 tahun 2014, yang bertempat di Lapangan Murjani Kota Banjarbaru. Yang diikuti Satpol PP, Dishub dan perwakilan Karyawan/Karyawati dilingkup Pemko Banjarbaru. Pada kesepatan itu turut hadir FKPD Kota Banjarbaru, Pejabat Eselon II, III dan IV Pemko Banjarnbaru, para veteran RI Kota Banjarbaru perwakilan,SMA/SMK sederajat.

Walikota Banjarbaru H M Ruzaidin Noor mengatakan bahwa dalam sejarah perjuangan bangsa, hari sumpah pemuda merupakan momentum historis yang teramatpenting dan menjadi bagian tak terpisahkan dari mata rantai perjuangan bangsa kita. Bagi pemudaIndonesia, sumpah pemuda merupakan manifestasi dari kepeloporan dan kepeduliannya untuk mengangkatharkat dan martabat bangsa indonesia menjadi bangsa yang mandiri dan sejajar dengan bangsa-bangsa laindi dunia. Sedangkan bagi kita semua, dengan segala kemajemukan yang kita miliki, sumpah pemudamerupakan momentum sejarah yang berhasil menyatukan tekad dan semangat seluruh komponen bangsauntuk melakukan perlawanan terhadap kolonialisme dan imperialisme, yang pada akhirnya berhasilmewujudkan suatu negara Indonesia yang berdaulat adil dan makmur.

Peringatan hari sumpah pemuda ke-86 tahun ini mengangkat tema ”bangun soliditas pemuda maju danberkelanjutan”.Tema tersebut mengandung pesan bahwa kita berupaya agar para pemuda dapatmemainkan perannya secara optimal sebagai perekat persatuan bangsa dalam pembangunan nasional.Soliditas pemuda sangat penting artinya untuk mencapai kemajuan pemuda sebagai syarat utama kemajuansuatu bangsa. Jika pemuda solid maka bangsa kita akan semakin maju, kuat dan bersatu, sehinggapembangunan dapat kita laksanakan secara lancar dan berkelanjutan.Seiring dengan itu pada tahun 2015 kita akan memasuki era komunitas Asean. untuk itu para pemuda harusmempersiapkan diri agar mampu bersaing dengan bangsa-bangsa lain. Karena itu revolusi mental yang dicanangkan oleh bapak Presiden RI Ir. Joko Widodoamatlah relevan dalam mewujudkanpemuda yang maju.

Pada hari ini kita juga memperingati wafatnya pahlawan nasional Pangeran Antasari ke-152. dalam suasana peringatan ini, Pangeran Antasari adalah salah satu pejuang dan pahlawan nasional yang berasal dari daerah ini. Semua pesan moral yang ditinggalkan beliau kepada masyarakat sarat dengan nilai-nilai perjuangan. Diantaranya semboyan haram manyarah waja sampai kaputing, baikat hati ditali sindat, haram dijamah walanda, haram diriku dipenjara, dan haram diriku dijajah. Semboyan-semboyan ini masih relevan dengan kondisi saat ini.

Walikota mengatakan bahwa semua pesan moral ini diharapkan menjadi motivasi bagi kita semua untuk dapat meningkatkan pembangunan dan kesejahteraan rakyat, seperti berjuang untuk mengentaskan kemiskinan, mencerdaskan kehidupan bangsa tanpa mengenal kata menyerah atau pantang mundur dalam memajukan Kalimantan Selatan, khususnya Kota Banjarbaru. Untuk itu, mari jadikan peringatan wafatnya pangeran antasari sebagai sumber inspirasi dalam membangun semangat juang dalam melanjutkan estafet pembangunan khususnya pembangunan di Kota Banjarbaru. Mari jadikan momentum peringatan hari sumpah pemuda ke-86 dan wafatnya pangeran antasari ke-152 serta Haornas ke 31 untuk mengaktualisasikan semangat para pemuda pelopor sumpah pemuda dan pangeran antasari, dengan senantiasa memacu dan menggerakkan kemajuan daerah demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Usai pelaksanaan upacara, Walikota Banjarbaru bersama FKPD Kota Banjarbaru melakukan sesi photo bersama dengan para pemuda/pemudi Kota Banjarbaru.(Upik Hms Pemko Bjb) oviek.gagah@gmail.com

Leave a comment

Your email address will not be published.